(KACAMATA) (TAS YSL) (MAN COLLECTION) (TAS CELINE) (TAS BURBERRY) (TAS COACH)
 (TAS PRADA) (TAS CARTIER) (MAN COLLECTION) (KACAMATA) (MUKENA ANAK) (TAS HERMES SUPER)
 

Tas Gucci Madison Ostrich Tote

FacebookTwitterPrintShare

Dalam fashion tas, terkadang hal terburuk bagi sebuah produk desain tas adalah pengakuan publik yang hanya menganggap model tersebut biasa saja. Para desainer tas dalam menghasilkan karyanya terkadang harus mencoba sedikit bereksperimen dalam memprediksi suatu model trend baru atas dasar unsur estetika dan kepribadian yang dimilikinya.

Proses imajinasi dalam penciptaan ide ini dianggap semacam petualangan yang terkadang tidak selalu berhasil, bahkan seperti berjudi tentang kemungkinan karya tersebut bakal diterima oleh konsumennya atau bahkan menjadi trend yang bakalan abadi.

Tas Gucci Madison Ostrich ToteTas Gucci Madison Ostrich Tote
Tas Gucci Madison Ostrich Tote
 

Jika bicara tentang imajinasi dalam berkarya tas Gucci Madison Ostrich Tote merupakan salah satu contoh karya yang mencoba dituangkan secara “normal”. Model tas Gucci Madison Ostrich Tote ini mungkin sengaja di desain agar tidak memiliki tarikan visual yang cukup sehingga tidak terlihat eye-catching.

Dari garis motif tidak cukup tajam untuk menyebutnya bentuk tas minimalis sehingga model menjadi terlihat biasa saja. Dengan modal ini saja sangat tidak cukup untuk menjadi tas yang bakal merubah suatu trend saat ini. Kulit Ostrich yang seharusnya terkenal eksotis tetapi kurang dimanfaatkan sehingga begitu datar dan hambar warna cokelat yang digunakan. Harga untuk tas ini sekitar $3900.

FacebookTwitterPrintShare


Tas Vintage Hermes Ostrich Mini Kelly

FacebookTwitterPrintShare

Dari desain suatu produk terkadang ada cerita dibalik proses pembuatannya, apalagi jika berbicara tentang produk fashion tas yang saat ini sudah menjadi bagian kebutuhan trend dalam berpakaian. Desain fashion tas selalu berubah disesuaikan dengan tren yang ada dimana terkadang fokus pada fungsi dari tas tersebut tetapi juga tidak menutup kemungkinan beralih ke pada aspek estetika dan kemewahan.

Tas Vintage Hermes Ostrich Mini KellyTas Vintage Hermes Ostrich Mini Kelly
Tas Vintage Hermes Ostrich Mini Kelly
 

Salah satu tas yang menarik perhatian adalah model tas Vintage Hermes Mini Kelly (20cm) dalam warna grey ostrich. Ini juga adalah salah satu bukti bahwa terciptanya model tas terkadang mempunyai cerita tersendiri yang berubah disesuaikan trend dan fungsinya. Jika kita kembali ke tahun 1960-an. Pada waktu itu sangat tidak lazim untuk merancang sepasang model tas Hermes Kelly dengan model yang sama dengan ukuran yang berbeda bagi anak perempuan dan ibunya, dimana sang anak menggunakan model tas yang lebih kecil yaitu tas Vintage Hermes Ostrich Mini Kelly.

FacebookTwitterPrintShare


Tas Louis Vuitton Tahitienne

FacebookTwitterPrintShare

Musim semi sering menjadi tema dimana identik dengan mekarnya bunga di musim tersebut. Seperti halnya Louis Vuitton mengangkat tema yang sama dari mulai model tas Watercolor Speedy sampai dengan tas Louis Vuitton Tahitienne.

Tas Louis Vuitton TahitienneTas Louis Vuitton Tahitienne
Tas Louis Vuitton Tahitienne
 

Louis Vuitton telah mengambil pendekatan ringan dan menyenangkan di musim semi tersebut untuk model tas mereka. Tas Louis Vuitton Tahitienne memang sangat “segar” untuk di koleksi karena jenis tas ini sebenarnya adalah motif monogram, tapi tidak terlalu berkesan monogram.

Walaupun logo Louis Vuitton dibuat besar tetapi sangat sulit disadari bagi orang yang tidak mengetahui bahwa itu sebenarnya merek dari sebuah produk tas. Tas ini dirancang dengan kanvas kapas tenunan dan di cetak monogram dengan tangan sehingga terlihat jelas efek lukisan yang mana terinspirasi oleh sebuah sampul katalog Louis Vuitton (LV) tahun 1924.

Sangat kaya warna-warna cerah yang terinspirasi oleh Paul Gauguin, seorang pelukis pasca-impresionis yang dikenal dengan penggunaan warna yang berani. Tali bahu kulit dapat disesuaikan sedangkan tali interior dapat juga disesuaikan untuk mengubah bentuk dan kapasitas dari tas. Harga tas Louis Vuitton Tahitienne mulai dari $1200 sampai dengan $1600.

FacebookTwitterPrintShare


Tas Louis Vuitton Python Artsy

FacebookTwitterPrintShare

Louis Vuitton mungkin jarang dikenal dengan model tas yang eksotis, mungkin karena bentuk model tas Louis Vuitton yang seperti ini sudah tenggelam terlebih dahulu oleh tas desain model klasik mereka yang jauh lebih popular dengan pesona kemewahannya.

Tas Louis Vuitton Python ArtsyTas Louis Vuitton Python Artsy
Tas Louis Vuitton Python Artsy
 

Sebagai strategi penjualan untuk menarik mata konsumen biasanya dipajang tas yang unik dan membuat orang yang melihat akan meneruskan rasa penasaran mereka untuk melihat katalog yang lain lebih dalam. Hal ini terjadi pada tas Louis Vuitton Python Artsy yang sering dijadikan ikon display pada distro-distro Louis Vuitton (LV). Dengan tersedia dalam model gris dan noir tas model LV Artsy ini memiliki dua aspek sekaligus selain bergaya model klasik tetapi juga tetap fokus pada trend model desain-nya yang bakal menjadi magnet untuk menarik konsumen .

Ketika tas Louis Vuitton Python Artsy di desain dalam bentuk model kulit python, kebanyakan orang lebih suka untuk warna yang lain daripada warna alami dari python. Karena dengan warna tersendiri lebih menunjukkan maksud dan tujuan dari desain tas ini dibuat dibandingkan hanya lebih sekedar fungsi kulit python sebagai bahan pembuat tas.
Walaupun tidak semua orang dapat menerima atau menyukai model tas eksotis dari kulit Python, namun tas ini tetap menarik banyak orang karena Louis Vuitton menggunakan bahan kulit dengan kualitas tinggi yang tahan lama dan sangat mewah. Walaupun kita mungkin sering melihat logo monogram Louis Vuitton kita temui dibanyak tas, tetapi logo tesebut sangat sempurna ketika ditemplkan di tas Louis Vuitton Python Artsy ini. Logo ikon dicap ke dalam tas, yang menambahkan dimensi baru dengan sentuhan klasik. Louis Vuitton mematok harga untuk tas Louis Vuitton Python Artsy adalah sekitar $8550.

FacebookTwitterPrintShare


LVMH memiliki 17% saham Hermes

FacebookTwitterPrintShare

Sebagai perusahaan multinasional, LVMH Louis Vuitton Moet Hennessy SA, yang bergerak di penjualan barang mewah terbesar di dunia sudah tidak aneh lagi pasti akan memiliki strategi tertentu dalam mengembangkan usaha bisnisnya. Hal ini terbukti bahwa dengan keputusan untuk meningkatkan saham mereka di perusahaan raksasa kulit yang dimiliki oleh keluarga konglomerat Hermes, dimana terjadi peningkatan kepemilikan yang sebelumnya 14.2% menjadi 17,1% pada saham utama.

Louis Vuitton Moet Hennessy atau LVMH didirikan pada tahun 1987, yang memiliki label terkenal seperti Louis Vuitton, Marc Jacobs, Givenchy dan Fendi, dan telah memperkerjakan lebih dari 60 ribu pekerja yang berada diberbagai belahan dunia ini sangat mempengaruhi segala bentuk pasar dari penjualan barang-barang mewah dan juga merupakan ujung tombak sebagai pencipta trend dan gaya hidup di dunia.

HermesHermes
 

LVMH menyatakan dengan proses penambahan kepemilikan saham Hermes ini LVHM tetap tidak akan mencoba mengambil kontrol proses bisnis dari Hermes atau mengambil alih representasi dari brand Hermes di pasaran. Tetapi statement LVMH tersebut juga akan dipertanyakan karena dalam bisnis barang mewah bukan hanya tentang idealis dari gaya hidup atau lifestyle tetapi juga merupakan suatu proses bisnis besar yang mempengaruhi satu sama lain, apalagi ditambah Hermes merupakan salah satu perusahan fashion yang memiliki profit besar pada pasar saat ini.

Strategi LVMH untuk tidak ikut campur saat ini juga memang tepat karena sebagian besar dari daya tarik Hermes pada banyak klien dan konsumennya berasal dari fakta bahwa keluarga konglomerat Hermes masih ikut serta menjalankan perusahaan tersebut yang menjadikan salah satu alasan mengapa penjualan Hermes meraup keuntungan yang sangat besar.

FacebookTwitterPrintShare


Tas Louis Vuitton Epi Petite Noe

FacebookTwitterPrintShare

Kita sering tahu bahwa tas model kantung sering menjadi tren untuk setiap musim semi dan musim panas. Louis Vuitton sendiri memiliki jenis model tas kantong dengan genre:  Noe Bag yang memiliki beberapa pilihan model berdasarkan trend dan fungsinya, diantaranya yaitu tas Louis Vuitton Epi Petite Noe.

Tas Louis Vuitton Epi Petite NoeTas Louis Vuitton Epi Petite Noe
Tas Louis Vuitton Epi Petite Noe
 

Seperti tas yang sering menjadi trend dan icon lainnya, Noe diciptakan dengan tujuan tertentu untuk menarik perhatian para pemerhati model dan konsumen tas yang akan membelinya. Desain awal untuk model tas Louis Vuitton Noe adalah pada tahun 1932, dan berkembang terus menjadi tas bahu sampai mencapai puncak popularitas-nya di tahun 80-an yang menyebabkan model tas ini menjadi abadi hingga kita kenal saat ini.

Tas kantong Louis Vuitton Epi Petite Noe adalah pilihan yang tepat bagi mereka yang membutuhkan tas bahu yang lapang dan tetap elegan. Model Louis Vuitton Epi Petite Noe tidak hanya bercerita di balik desain yang bagus, tetapi tas yang memiliki fungsional dan gaya. Harga tas Louis VuittonEpi Petite Noe melalui Vuitton.com dipatok seharga $1.160.

FacebookTwitterPrintShare


 
 (CROCS - WOMAN) (CROCS - MAN) (TAS CARTIER) (TAS BONIA ORIGINAL) (TAS LOUIS VUITTON FOXTAIL DENIM SUPER) (NICHOLAS EDISON SHOES)
 (TAS CHRISTIAN DIOR) (TAS COACH) (MAN COLLECTION) (JAM TANGAN) (TAS FURLA) (TAS CHARLES & KEITH)