Louis Vuitton – Sunglasses 2010


Not easy for the claws upscale take their game on sunglasses. The offer is indeed such that they became vital to mark their differences if they want to bring fashionistas to carry their products rather than competition. To do this, the houses rely primarily on targeted communication, which is supposed to trigger the irrepressible desire to wear their sunglasses. Demonstrating the case with Louis Vuitton

If the technique is simple, it is no less subtle. For its summer 2010 campaign, and Louis Vuitton do not put on a 100% product advertising or on a stage classic like “Sea and Sun Model” (the first is indeed far too down-to-earth and seconds too conventional for a brand that wants to be diffusing hype).

In fact, whether through the omnipresent Marc Jacobs Field media, through its collaboration with Sofia Coppola or through its campaigns invitation to travel, Louis Vuitton continues to weave around his name to a story which everyone would participate. And here lies the genius of LVMH perfectly successful in targeting the desires of the consumer, without the clear incentive to purchase.

Thus, when one thinks alongside Sean Connery strolling beside a lagoon where we frolic in the grass with Francis Ford Coppola, it would be early-fact, so touched by the warm and reassuring that emanates from these pictures, unconsciously assimilate this feeling Vuitton products.
Sunglasses Louis Vuitton

However, this same charm that operates in the new campaign “solar” Louis Vuitton: there are not models impersonal taking the set, but charming ultra trendy socialites – Chrissie Miller, Annabelle Dexter-Jones Isabelle McNally and Josephine de la Baume – being photographed in the heart of New York.

As for the campaigns mentioned above, our first instinct is to want to join then these young women in their world. But if this wish is only feasible, Louis Vuitton consoles us by giving us the opportunity to wear the same accessories as those “it” girls on a spree, and thus access to fake this microcosm fantasize so much hype the world. Although less eye-catching than its competitors, and much more efficient …


Western style handbag


They are made of leather, many small accessories and just simply look stylish: The new bags in a Western look. Beautiful hand bags can pretty much beat any woman’s heart. The must-haves this winter season look like flown directly from the Wild West and be right to let city-Cowgirls. And the great thing is: The new leather cases are genuine all-rounders.

With its rustic look feminen they are simply perfect for tough winter boots and thik outfits. But also romantic dresses in boho-look fit perfectly with the bags. The particular appeal of this combination lies in the exciting contrast of playful, feminine fabrics and sturdy leather.


Toiletry Bag


The toiletry bag is a very personal item. It contains everything a person needs for his appearance and hygiene: brush, comb, toothbrush, toothpaste, makeup items, shower gel, shampoo, perfume, lipstick and other personal items.

There are lots of opportunities to get a toilet but there is little opportunity to afford a nice toiletry bag or stylish vanity case, refined with beautiful finishes and a European flair.


Bags made of velvet dreams


The bag Bibi from the Flower Jacquard Collection The Bag “Biba”from the Flower Jacquard ”
Collection has wide embroidered Henkel.

Bags with romantic floral patterns on black velvet – romantic could the new bags collection “Flower Jacquard” hardly be. Bags in pure romance Look presents the Dutch designer Leontine Hagoort with her new line “Flower Jacquard. The line of jewelry charms with flowers in pink and yellow on black heavy jacquard fabric. The feminine side of the collection is emphasized by elaborate ornamentation, such as leather handles and metal fittings and give the bag a nice touch.

For each bag type of us women are the must-have from the collection: the various models, “Biba”, “Bonny, ” Bohemian “and ” Bibi “. We can choose between high quality fine leather handles, embroidered Samthenkeln wide, removable shoulder straps and a decorative bracelet of metal.

This romantic trend we do with you. and allow for even our times Dakine backpack at home. Since we have only deciding which bag from the “Flower Jacquard” series is our favorite.


Tas Louis Vuitton Monogram Graffiti Neverfull GM


Para penggemar fashion gaya model pop pasti sudah mengenal Stephen Sprouse atau bahkan mengkoleksi hasil karya designer yang nyentrik dan sedikit kontroversial dalam berkarya ini. Berikut salah satu karyanya adalah tas Louis Vuitton Monogram Graffiti Neverfull GM.

Tas Louis Vuitton Monogram Graffiti Neverfull GMTas Louis Vuitton Monogram Graffiti Neverfull GM
Tas Louis Vuitton Monogram Graffiti Neverfull GM

Hal ini juga terbukti jika di bandingkan kebanyakan produk Louis Vuitton (LV) maka tas Louis Vuitton Monogram Graffiti Neverfull GM memiliki estetika Sprouse yang mengusung model pop-art dengan terkadang sentuhan punk yang menjadi trend anak muda saat ini.

Seperti halnya dengan jenis Neverfull yang lain, tas Louis Vuitton Monogram Graffiti Neverfull GM ini memiliki tali bahu berbentuk kecil dan tipis, padahal seandainya tas ini memiliki tali yang lebih besar dan tebal maka dapat membawa beban yang lebih berat seperti untuk kerperluan para mahasiswi ketika membawa buku kuliah-nya yang kebanyakan kaum muda yang suka trend pop.

Beberapa orang mengaggap penggunaan warna oranye pada tulisan dengan latar belakang coklat monogram sangat tidak harmonis, tetapi memang demikian sang designer berusaha menuangkan idenya yang penuh nuansa pop trendi kedalam tas ini. LV mematok harga untuk tas ini sekitar $1.290.


Tas Gucci Heritage Pony Hair Boston


Tren tas kulit macan tutul saat ini sudah mulai muncul kembali menjadi tren model tas dengan merujuk tema kembali ke alam liar seperti yang diakukan Gucci dengan model tas Gucci Heritage Pony Hair Boston.

Tas Gucci Heritage Pony Hair BostonTas Gucci Heritage Pony Hair Boston
Tas Gucci Heritage Pony Hair Boston

Penggunaan motif dengan cetak kulit binatang liar dari dahulu sudah sering berhasil dijadikan tren dari setiap generasi fashion. Hal yang masuk akal mengapa Gucci kembali mencari inspirasi dari model tersebut dan berusaha membangkitkan lagi untuk mendapatkan kebangkitan popularitas.

Tas Gucci Heritage Pony Hair Boston di desaign dengan model kulit warna coklat gelap dan dengan trim yang indah serta klasik dengan lapisan warna krem yang memberikan sentuhan yang menyenangkan dari teksturnya. Gucci menjual tas ini dengan pasaran sekitar $2.400.


Sepatu Fendi Python Effect Leather


Jika anda senang sekali dengan warna nuansa karang koral atau jika anda memang membutuhkan lebih dari sekedar sepatu dengan nuansa warna baru maka Sepatu Fendi Python Effect Leather menjadi pilihannya. Dengan model yang akan selalu membuat anda sebagai wanita menjadi pusat perhatian dan sekaligus dapat digunakan dengan sangat praktis.

Sepatu Python Fendi Effect Leather warna karang koral dibuat dengan kayu tumit 4,5 inci ini kemudian diberi efek hitam dan putih kulit python pada tali pergelangan kaki merupakan perpaduan yang cantik. Harganya dijual sebesar $930.


Louis Vuitton


Nama Louis Vuitton sangat tidak asing di industri fashion saat ini. Bahkan nama Louis Vuitton sekarang dijadikan istilah dalam dunia fashion sebagai barang mewah dengan kualitas tinggi terutama untuk produk tas. Nama Louis Vuitton diambil dari nama pendirinya yaitu seorang perancang bahan kulit yang lahir pada 4 Agustus 1821 di Jura Perancis.

Pada tahun 1835 Louis Vuitton pindah ke Paris. Tahun 1854 Louis Vuitton mulai memproduksi bagasi untuk tempat barang, dan mulai saat itu pula Louis Vuitton menjadi terkenal sebagai pembuat barang-barang mewah terutama dari bahan kulit. Tahun 1860 Louis Vuitton melakukan pengembangan bisnisnya di Asnieres Perancis dan dilanjutkan tahun 1885 Louis Vuitton membuka toko pertamanya di London Inggris.

Pada tahun 1888 Louis Vuitton mengeluarkan pola Damier yang membuat kesan klasik dan mewah. Sedangkan pola Monogram Canvas Louis Vuitton dibuat pada tahun 1896 dan menjadi ikon produk tas hingga saat ini. Louis Vuitton meninggal pada 27 Februari 1892 dan kemudian usahanya dilanjutkan oleh anaknya Georges Vuitton.


Fashion is not something that exists in dresses only


Fashion is not something that exists in dresses only. Fashion is in the sky, in the street; fashion has to do with ideas, the way we live, what is happening.” Coco Chanel

Dengan sepenggal gagasan mengenai fashion membuktikan seorang designer Coco Chanel dapat menjadikan karya karyanya terkenal dan abadi. Coco Chanel lahir pada tahun 1883 di Saumur Perancis, dengan nama lengkap Gabrielle Bonheur Chanel. Dia mengambil nama “Coco” selama karir singkatnya sebagai penyanyi kafe pada sekitar tahun 1905-1908.

Karir Coco ‘Gabrielle’ Chanel meningkat sebagai designer ketika dia membuat trend topi wanita pertama pada tahun 1912 . Model topi trim kecil yang cocok digunakan ruang terbuka ini membuat Coco Chanel menjadi salah satu perancang busana terkemuka di Paris.

Dengan modal ketenarannya sebagai perancang busana Coco Chanel berhasil merubah sudut pandang tentang tata cara wanita berbusana pada waktu itu. Coco Chanel memperkenalkan celana panjang untuk digunakan wanita, karena pada sekitar tahun 1920-an hanya wanita-wanita kaya yang diperbolehkan untuk menggunakan celana panjang atau baju laki-laki.

Coco Chanel (Wikipedia)Coco Chanel (Wikipedia)
Coco Chanel (Wikipedia)

Pada tahun 1922 Coco Chanel memperkenalkan parfum Chanel No 5 dimana angka 5 merupakan angka yang di sukai oleh Coco Chanel sehingga dari semua koleksi produk terbarunya selalu diluncurkan pada hari kelima.

Pada tahun 1970, parfum Chanel No. 19 diluncurkan dan nama tersebut diambil dari tanggal kelahirannya. Sekali lagi Coco Chanel membuat suatu trend baru karena pada saat itu parfum tersebut adalah parfum pertama yang diberi merek dari nama seorang perancang busana dan mulai saat itu banyak perancang yang mengikuti langkahnya.

Pada 10 Januari 1971, Gabrielle Bonheur “Coco” Chanel ditemukan meninggal di Hotel Ritz Paris, Perancis.


Tas Hermes Kelly Longue


Model tas Hermes Kelly Longue merupakan salah satu tas tangan dari Hermes dengan jenis model Hermes Kelly. Tidak seperti model tas Hermes Pochette Kelly, tas Hermes Longue Kelly lebih panjang dan lebih tipis.

Victoria Beckham dan Tas Hermes Kelly LongueVictoria Beckham dan Tas Hermes Kelly Longue
Victoria Beckham dan Tas Hermes Kelly Longue
Tas Hermes Kelly Crocodile LongueTas Hermes Kelly Crocodile Longue
Tas Hermes Kelly Crocodile Longue

Tas Hermes Kelly Longue dibuat dengan kulit “swift” dan tersedia juga dalam model kotak,” Veau Doblis”, “Chevre Mysore”, dan kulit buaya.

Tas Hermes Kelly Longue menjadi salah satu tas favorit dari artis Victoria Beckham yang memang kecanduan dalam mengkoleksi produk dari Hermes. Tas ini mempunyai harga sekitar $4.000.