FacebookTwitterPrintShare

Sebagai perusahaan multinasional, LVMH Louis Vuitton Moet Hennessy SA, yang bergerak di penjualan barang mewah terbesar di dunia sudah tidak aneh lagi pasti akan memiliki strategi tertentu dalam mengembangkan usaha bisnisnya. Hal ini terbukti bahwa dengan keputusan untuk meningkatkan saham mereka di perusahaan raksasa kulit yang dimiliki oleh keluarga konglomerat Hermes, dimana terjadi peningkatan kepemilikan yang sebelumnya 14.2% menjadi 17,1% pada saham utama.

Louis Vuitton Moet Hennessy atau LVMH didirikan pada tahun 1987, yang memiliki label terkenal seperti Louis Vuitton, Marc Jacobs, Givenchy dan Fendi, dan telah memperkerjakan lebih dari 60 ribu pekerja yang berada diberbagai belahan dunia ini sangat mempengaruhi segala bentuk pasar dari penjualan barang-barang mewah dan juga merupakan ujung tombak sebagai pencipta trend dan gaya hidup di dunia.

HermesHermes
 

LVMH menyatakan dengan proses penambahan kepemilikan saham Hermes ini LVHM tetap tidak akan mencoba mengambil kontrol proses bisnis dari Hermes atau mengambil alih representasi dari brand Hermes di pasaran. Tetapi statement LVMH tersebut juga akan dipertanyakan karena dalam bisnis barang mewah bukan hanya tentang idealis dari gaya hidup atau lifestyle tetapi juga merupakan suatu proses bisnis besar yang mempengaruhi satu sama lain, apalagi ditambah Hermes merupakan salah satu perusahan fashion yang memiliki profit besar pada pasar saat ini.

Strategi LVMH untuk tidak ikut campur saat ini juga memang tepat karena sebagian besar dari daya tarik Hermes pada banyak klien dan konsumennya berasal dari fakta bahwa keluarga konglomerat Hermes masih ikut serta menjalankan perusahaan tersebut yang menjadikan salah satu alasan mengapa penjualan Hermes meraup keuntungan yang sangat besar.

FacebookTwitterPrintShare